Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aku, Kamu dan Dia

 


Tujuh tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk mempertahankan sebuah hubungan. Selama tujuh tahun pula begitu banyak hal yang harus kau dan dia korbankan untuk tetap bersama, meski begitu banyak perbedaan. Semakin hari pertengkaran di antara kau dan dia semakin menjadi-jadi, terutama ketika dia sudah diterima kerja di suatu perusahaan ternama di ibu kota. Tapi tetap saja, hubungan kau dan dia tidak mengenal kata akhir, karena kalian paham bahwa pertengkaran di dalam sebuah hubungan adalah hal yang normal. 

“Terlanjur jatuh cinta” adalah kata yang tepat untuk menggambarkan hubungan kau dan dia, dan mungkin itu juga yang menjadi alasan mengapa cinta di antara kalian harus diperjuangkan. 

“Bagaikan langit dan bumi” juga sangat tepat jika harus menggambarkan perbedaan di antara kau dan dia. Kau hanyalah mahasiswa biasa yang bahkan terkesan tidak pandai di antara mahasiswa lain, bahkan kau tidak mampu untuk bisa lulus tepat waktu. Tapi harus kuakui meski kau tidak pandai dalam hal pendidikan, kau memiliki paras yang tampan dan menawan, bahkan kau juga sangat pandai dalam dunia seni. Sebenarnya aku tahu alasan mengapa kau tidak bisa lulus tepat waktu. Bukan karena ketidak pandaianmu, melainkan karena kau memiliki masalah dengan salah satu dosen yang bermasalah. Sedangkan dia adalah mahasiswa yang begitu sempurna, kebanggaan kampus, bisa lulus lebih cepat dibanding yang lain, bahkan dengan nilai kelulusan yang juga nyaris sempurna. 

“Jika kau ingin hubungan ini bisa tetap bertahan, maka berubahlah demi aku”. Ini adalah kata-kata yang seringkali aku dengar ketika kalian bertengkar. Ketika kau mendengar kalimat itu, kau hanya mampu berucap “Iya, aku paham. Sabarlah sedikit lagi. Aku akan berusaha menjadi lebih baik lagi untukmu.”Aku sangat paham mengapa dia mengatakan itu padamu. Mungkin memang terkesan kasar, tapi itu dia lakukan agar kau bisa berubah menjadi lebih baik lagi, setidaknya untuk dirimu sendiri. 

Di sela-sela kesibukanmu dalam dunia seni, dia seringkali mendatangimu hanya untuk sekedar mengucap kata “Selamat sore, sayang.” Juga tidak jarang dia membawakanmu makanan agar kau tidak kelaparan. Satu hal yang pasti, dia adalah wanita yang begitu sempurna untukmu. Setidaknya sebelum kejadian satu tahun yang lalu, ketika dia harus pergi meninggalkanmu untuk selamanya.

. . . . . . . .

Setelah sekian lama kau menjadi sesepuh di kampus, akhirnya kau bisa lulus juga dengan perjuangan yang berbeda dari mahasiswa lain. Kau berjuang bukan untuk nilai atau prestasi, tapi karena ada harga diri yang harus kau jaga. Dosen bermasalah itu akhirnya dikeluarkan juga dari kampus karena banyaknya laporan tidak menyenangkan tentang dirinya dari mahasiswa yang lain, dan kau pun akhirnya bisa mendapatkan hakmu kembali sebagai seorang mahasiswa sebagaimana mestinya.

“Tidak semua do’a yang baik harus dikabulkan di waktu yang tepat” adalah kata yang tepat untuk menjelaskan kejadian satu tahun silam. Setelah kelulusanmu, kau memutuskan untuk datang memperkenalkan diri kepada keluarga dia sebagai pasangannya. Namun yang kau dapatkan bukanlah pengakuan, melaikan kekecewaan. Kehadiranmu di hari itu sangat tidak diinginkan. Dengan segala kekurangan yang kau miliki, kau bukanlah seperti yang diimpi-impikan oleh kedua orang tuanya. Kesedihanmu tidak berakhir hanya sampai di situ, karena tepat di hari itu juga, dia yang telah kau cintai dalam waktu yang begitu lama, akan segera dinikahkan dengan orang yang berbeda. 

Kau pulang dengan kekecewaan yang tak terbayangkan, dan kau harus pergi dengan kehinaan yang tak tertahankan. Kebahagiaan yang telah dibangun selama ini telah hancur menjadi kesedihan. Dan awal kisah cinta yang ditanam dengan senyuman harus diakhiri dengan tangisan. 

Satu tahun telah berlalu semenjak kejadian itu, namun kesedihanmu masih tetap bertahan. Tapi aku memakluminya. Aku tahu betul bagaimana sulitnya berada di posisimu. Menjadi orang yang melepaskan seseorang yang dicintai dan membiarkannya bahagia bersama yang lain bukanlah hal yang mudah. Karena aku pernah melakukannya, ketika dulu aku harus melepaskanmu bersama dengannya .


1 komentar untuk "Aku, Kamu dan Dia"

Diksi pemanis 10/31/2021 11:18:00 PM Hapus Komentar
Ditunggu tulisan selanjutnya kak 😊