Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terima Kasih Untukmu Yang Telah Memperjuanganku

 


Untukmu yang selalu memperjuangkanku. Terima kasih karena telah hadir di dalam pelikku. Membuatku sadar bahwa aku tidak sedang berjuang sendirian. Dulu aku juga pernah sama denganmu. Sama-sama memperjuangkan orang yang kita harapkan untuk bisa dimiliki. Meski pada akhirnya hanya kecewa yang kudapatkan. Melahirkan trauma masa lalu yang entah kapan kelak akan bisa kugugurkan. Kini, kau hadir sebagai diriku yang dulu. Memperjuangkanku sebagai sesuatu yang kau harapkan kelak bisa dimilikki. 

Saat pertama kali kita bertemu. Aku tersadar tentang suatu hal, bahwa aku juga ingin sama-sama berjuang denganmu. Entah itu berjuang agar kita bisa saling memiliki, atau berjuang untuk menolak hadirmu, atau berjuang agar kau tidak lagi ada untukku, atau berjuang agar aku sadar bahwa aku belum siap untuk memperjuangkan apapun lagi hingga saat ini, termasuk dirimu.  

Untukmu yang selalu hadir di dalam hariku. Kumohon, berjuanglah lagi. Jangan pernah menyerah untukku. Bertahanlah untukku lebih lama lagi. Buatlah aku jatuh cinta lebih dalam lagi. Hingga suatu saat nanti kau berhasil meyakinkanku bahwa aku sangat menyesal karena pernah berjuang untuk memilki, kecuali untukmu. 

Untukmu yang selalu yakin akan bisa mengenggam jemariku. Ketika pagi mulai menyapa. Rangkaikanlah untukku syair-syair puisi yang meluluhkan hati. Ajaklah aku memandang sang fajar dari kejauhan. Dan Sapalah aku sebagai sejuk angin dan secangkir teh yang menemaniku di pagi hari. 

Untukmu yang selalu menemaniku di dalam sepi. Peluklah aku dari kejahuan ketika rintik hujan mulai menyapa bumi. Temani aku sebagai bulir hujan yang menyamarkan suara tangisku. Dan jika nanti hujan telah reda, ajaklah aku melihat warna pelangi, agar hari-hariku bisa bewarna kembali.

Untukmu yang selalu meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja. Ketika nanti malam mulai berhiaskan sang bintang. Jadilah cahaya rembulan yang menemaniku di dalam gelapnya malam. Ajaklah aku kedalam cerita-cerita yang belum pernah kudengarkan. Ceritakan apapun yang kau mau. Entah itu tentang suatu penyesalan yang selalu datang diakhir waktu, atau tentang kebodohan telah menyia-nyiakan hati yang mencintai, atau tentang cinta yang datang diwaktu yang salah. Ajakhlah aku ke dalamnya. Hingga nanti kau berhasil membuatku sadar bahwa aku tidak ingin menjadi bagian dari semua cerita itu, untukmu.

Seandainya saja kau datang lebih cepat dan di waktu yang tepat. Mungkin aku tidak akan berjuang untuk orang yang salah. Aku tidak akan pernah menaruh harapan pada orang yang tidak pantas untuk diharapkan. Aku tidak akan pernah menjadi seperti angin. Yang tidak pernah dianggap nampak dihadapannya, namun hanya bisa dirasakan kehadirannya. Dan aku tidak ingin kau menjadi seperti aku yang dulu.

Untukmu yang selalu setia menanti hadirku. Aku ingin mengucapkan banyak terima kasih atas segala pengorbanan dan perjuanganmu. Terima kasih atas segala yang telah kau berikan kepadaku hingga saat ini. Semoga suatu hari nanti aku bisa membalasmu dengan sesuatu yang lebih. Karenamu, catatan sederhara ini dapat kutorehkan agar di suatu hari nanti kau mampu membacanya, entah itu ketika kau masih sendiri atau ketika kau telah berhasil menaklukkan hatiku. 

Tetaplah berjuang untukku meski itu dalam waktu yang lama, agar suatu saat nanti aku sadar bahwa kau juga pantas untuk diperjuangkan. Ajarkan aku kembali jatuh cinta, agar kelak aku mampu memberikanmu cinta yang tulus di setiap hariku.


Posting Komentar untuk "Terima Kasih Untukmu Yang Telah Memperjuanganku"