Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kita Yang Saling Mencintai Tanpa Harus Memiliki

Saat ini kita sedang berada pada moment di mana kita saling mengisi kekosongan satu sama lain, saling bertukar kabar lewat dunia maya, saling menguatkan ketika di antara aku dan kamu memiliki sebuah masalah, dan saling belajar untuk mencintai tanpa harus memiliki. 

Kita sepakat bahwa saat ini kita telah saling mencintai tanpa sebab. Sama-sama berani merelakan waktu dalam menanti meski belum tentu akan terbalaskan. Mungkin akan ada waktunya hati kita semakin menjadi-jadi dalam mencintai. Membuat kita semakin berani dalam berharap agar bisa saling memiliki hati, waktu, perhatian dan perasaan satu sama lain. Meskipun kita sadar bahwa kecewa bisa saja menjadi jawaban akhir bagi kita berdua.

Di saat senja mulai tersenyum indah dengan sinarnya. Kita berdua bersepakat untuk saling merindukan senyuman satu sama lain. Keterpisahan jarak di antara kita juga membuat kita terbiasa untuk saling mengenggam hadir di dalam bayang-bayang yang semu. 

Setiap malam kita selalu saja setia untuk membicarakan banyak hal. Entah itu tentang sesuatu yang penting atau tidak sekalipun. Entah itu tentang sesuatu yang jelas atau konyol sekalipun. Tidak peduli apapun topiknya, selama waktu bisa terus berjalan untuk kita berdua, maka itu sudah cukup untuk menjadi bahagia kita yang sederhana.

Secara perlahan kita mulai saling lebih terbuka, saling mengenal satu sama lain. Di sini aku selalu saja penasaran dan ingin tahun begitu banyak hal tentangmu. Bagaimana kabarmu hari ini? Apakah pekerjaanmu di sana sangat sering membuatmu lelah dan kerepotan? Apakah di sana ada laki-laki nakal yang mencoba merebutmu dariku? Apakah di sana kamu masih sering menyebut namaku di dalam do’a-do’amu? Dan apakah di sana kamu juga menanyakan hal yang sama seperti diriku saat ini?

Suatu hari nanti kita mungkin akan berharap semoga hubungan ini bisa terus berjalan baik-baik saja. Hingga akan tiba masanya mungkin kita akan saling bertanya tentang “Akan dibawa kemana hubungan kita saat ini?” Mungkin akan tiba saatnya ketika kita menginginkan untuk saling mengucap “Selamat malam sayang” ketika hendak beranjak tidur. Dan mungkin akan tiba waktunya kita akan saling memeluk dan membicarakan tentang masa depan kita berdua.

Atau mungkin kita hanya akan memutuskan untuk tetap seperti ini saja dalam waktu yang lebih lama lagi. Hanya sekedar saling bertukar kabar dari kejauhan, tetap memberi sebuah sekat tipis di antara hubungan kita berdua, tetap saling mendo’akan untuk kebaikan masing-masing, dan tetap saling mencintai tanpa harus memiliki. 

Begitu banyak kekhawatiran di antara kita tentang hubungan ini. Tentang kegagalan, perpisahan, dan penyesalan. Semua rasa bercampur aduk, memberontak, dan terus-menerus menagih untuk segera ditemukan jawabannya. 

Setidaknya jika hubungan ini tidak direstui oleh yang Maha Kuasa. Aku akan tetap bersyukur, karenamu aku mengerti makna kata cinta. Bahwa cinta tidak akan pernah hadir kecuali ada pengorbanan di dalamnya. Dan aku juga berterima kasih padamu, karenamu aku paham arti kata rindu. Bahwa rindu hanya akan ada ketika jarak mulai memisahkan dan hanya bisa dibayar dengan do’a dan rasa saling percaya.

Pada suatu hari kita pernah saling bertanya. Jika memang hubungan ini akan berakhir dengan perpisahan, lantas apakah kita akan tetap mampu untuk saling tersenyum? Atau malah mungkin kita akan melahirkan kata duka yang sampai kapan pun tidak akan mampu untuk kita gugurkan? Entahlah, siapa yang tahu tentang masa depan yang telah semesta tuliskan untuk kita berdua. Setidaknya saat ini kita hanya perlu saling percaya, dan terus berharap semoga suatu saat nanti semesta mampu merestui hubungan kita.

Untukmu yang sedang kucintai namun belum kumiliki. Ketahuilah, bahwa di sini aku sedang belajar untuk mendewasakan diri, aku sedang berjuang untuk mengalahkan segala egoku untumu. Aku yakin bahwa prasangka baik akan melahirkan sebuah kebaikan, sedangkan prasangka buruk hanya akan melahirkan kekecewaan tanpa alasan.

Aku telah jatuh cinta padamu tanpa sebab. Aku rela mencintaimu tanpa harus memiliki. Apapun yang akan terjadi tentang kita di masa yang akan datang, kau dan segala kenangan yang telah kita tulisakan akan selalu kujadikan sebagai bahagiaku. Selamanya.

 


Posting Komentar untuk "Kita Yang Saling Mencintai Tanpa Harus Memiliki"