Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Harapan Untukmu

 


Dulu, ketika aku masih berusia belasan tahun. Aku telah memahami cara untuk jatuh cinta padamu layaknya usia yang telah dewasa. Selalu bermimpi untuk tumbuh cepat menjadi dewasa, agar aku bisa lekas menggapai cita-cita; hidup bersamamu. Namun, pada saat itu aku hanya mampu mencintaimu dengan nyata di dalam lamunan. 

Di setiap malam, aku sering bertanya-tanya pada diriku sendiri. Haruskah aku berhenti saja dalam mengharapkanmu? Tapi untuk apa aku berhenti jika masih ada ribuan alasan untuk terus berharap. Haruskan aku menyerah saja dalam mengejarmu? Tapi untuk apa aku menyerah jika masih ada ribuan cara untuk tetap bertahan.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai mengharapkan agar suatu saat nanti akan ada seseorang yang memelukku di dalam pelikku. Di saat aku mulai sadar bahwa hidup tidak selalu berakhir indah. Di saat aku tahu bahwa jalan kehidupan selalu terdapat lubang dan tanjakan yang harus dilewati. Aku yakin jika di luar sana ada dirimu yang selalu duduk manis menanti kehadiranku, menanti untuk mendengar segala cita-cita yang ingin kuwujudkan, mendengar segala cerita-ceritaku yang sederhana, mendengar segala pengalaman hidup yang telah aku lewati, bahkan segala rahasia yang selalu kututup rapi dari siapapun, kecuali denganmu. Kau adalah sesuatu yang memiliki hak istimewa untuk mengetahui segala apa pun tentangku. 

Lalu, entah mengapa dan mulai kapan, Tuhan mulai menetapkan semua harapanku kepada seseorang yang sebelumnya tidak pernah kuharapkan, dan seseorang itu adalah kamu.

Jika suatu saat nanti kita kembali berjumpa. Kita tidak perlu terlalu terburu-buru untuk menjalin sebuah hubungan. Mengawalinya dengan sebuah pertemanan pun juga tidak mengapa. Bukankah segalanya berawal dari sebuah pertemanan. Maka dari itu jadilah temanku, yang selalu ada di saat suka maupun duka. Hingga suatu saat nanti pertemanan kita yang sederhana ini menumbuhkan benih-benih cinta yang kelak akan kita perjuangkan bersama, dan mengubah hal-hal yang begitu sederhana menjadi sesuatu yang lebih dari segalanya.

Tidak masalah jika semua ini pada akhirnya hanya berujung pada sebuah kegagalan. Setidaknya kita sudah berusaha dengan segala usaha dan do’a. Menjadi bahagia atau hanya menjadi sekedar cerita, kita serahkan saja segalanya pada yang Maha kuasa. 

Meskipun begitu, aku tidak pernah mau menyia-nyiakan waktu ketika mampu bersamamu, walau itu hanya dari kejauhan. Karena aku selalu saja risau jika ada orang lain yang lebih mampu menemanimu. Aku selalu saja khawatir jika ada seseorang yang lebih paham untuk membuatmu merasa lebih bahagia dibandingkan ketika kau bersamaku. Dan aku selalu saja takut jika ada seseorang yang ingin datang merayumu.  Sial, aku ketakutan akan semua hal itu. Aku takut jika kau tak pernah takut sebagaimana aku takut jika harus kehilanganmu.

Suatu hari nanti, izinkanlah aku untuk bertanya padamu, tentang seseorang yang selalu mencintaimu dari kejauhan, tentang seseorang yang diam-diam selalu saja memperjuangkanmu dibalik ketakutan akan segala kekecewaan. Jika kau menjawab bahwa orang seperti itu lemah, itu karena kamu tidak pernah mau hadir untuk menguatkan. Jika kau berucap bahwa orang itu penakut karena terancam rasa kecewa, itu semua karena kau tidak pernah mau memberi jawaban dengan segala kepastian. Jika kau mengatakan bahwa orang itu hanyalah cerita belaka, itu karena kau tidak pernah mau menganggapnya ada sebagai realita. Karena pada dasarnya orang yang selalu mendambakanmu itu benar-benar ada, dan orang itu adalah aku. 


Posting Komentar untuk "Harapan Untukmu"