Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketika Catatan Harianmu Bercerita


Aku adalah sekumpulan kertas dengan segala catatan yang pernah kau torehkan di dalamnya. Kau pernah berkata padaku jika aku adalah surat cinta, yang apabila dibaca maka akan membuat pipimu merah merona. Kau juga pernah bilang, jika sebenarnya aku adalah buku puisi dengan segala diksi yang dulu pernah kau jadikan sebagai lembaran memori. Sebenarnya tidak masalah jika kau ingin menyebutku apa, meski pada kenyataannya aku lebih suka jika kau menyebutku sebagai catatan harian sederhana.

Aku ingat ketika dulu kau masih sering menulis kisah cinta kepada seseorang yang aku tidak mengenalnya. Di atas tulisan itu, kau memberikannya judul “Hanya tentang kau dan aku”. Kau bilang itu adalah kisah yang romantis, meski pada akhirnya berujung pada perpisahan yang selalu ada di dalam ingatan. Lalu, dari perpisahan itu kau mengubah judul kisahmu menjadi “Mengingatmu di bawah rembulan.” Aku menyukai segala moment ketika kau menjadikanku sebagai catatan pelipur lara. Aku juga sangat senang ketika aku menjadi tempatmu merangkai puisi. 

Kau sangat senang melukis langit di atasku, terutama ketika cahaya sore tak lagi menyilaukan mata. Aku ingat betapa kau sangat sering memuji langit dengan puisimu. Aku yakin jika dia akan menjadi malu apabila membaca diksi-diksi yang telah kau rangkai bersamaku. Kau berkata padaku, bahwa ketika langit mulai tersipu malu, maka pipinya akan berubah menjadi merah merona. Dan siapapun yang melihat rona di wajahnya pastilah tersenyum bahagia. Kala itu, kita bersepakat untuk menyebutnya sebagai “Senja”, dan kau sangatlah menyukai hadirannya. 

Di bawah cahaya malam, kau sangat suka menulis apapun tentang keseharianmu di hari itu. Tidak peduli apakah itu hal yang menyenangkan atau menyedihkan atau bahkan konyol sekalipun. Kau akan terus menulisnya tanpa harus malu dengan siapapun, begitu juga kepadaku. Aku senang ketika mampu menjadi tempat keluh kesahmu. Karena bagiku, kau akan selalu ada di antara jutaan bintang yang setia melukisku di setiap malam. 

Ketika sang fajar mulai menyapa bumi. Kau selalu setia membaca catatan lama yang pernah kau ceritakan kepadaku. Kau terus saja tertawa geli ketika harus membaca ulang masa lalumu. Kau bingung dan terus bertanya “Kenapa dulu aku pernah kaya gituu?” “Iiiih, kok aku aneh banget sih?” “Lah, kapan aku pernah nulis-tulisan alay kaya gini?” “Gak-gak, aku yakin ni pasti tulisan tentang pesona Dajjal bukan aku yang buat”. 

Kau selalu saja sibuk mengaburkan masa lalu yang pernah menjadi realita. Padahal aku ingat, jika waktu itu kau menulis segala alur ceritamu sebagai maha karya. 

Aku selalu menjadi bagian di antara buku-buku pelajaran yang kau bawa ke sekolah. Karena ketika siang telah tiba, kau terbiasa untuk menceritakan segala “Rahasia siangmu” kepadaku. Tentu saja ini adalah rahasia tentang seseorang yang menjadi pusat gravitasimu di sekolah. Kau bilang sangat sulit jika harus menyampaikan rahasia kepada teman-temanmu, karena tidak mudah bagimu untuk mempercayai orang lain, kecuali aku. Aku adalah yang kau anggap sebagai pusat rahasiamu. Dan tentu saja aku sangat bahagia karena mampu berada di antara terik matahari yang menemani siang harimu.

Ada saat di mana kau harus menerima bahwa takdir tidak selalu berjalan baik. Aku sadar jika nanti waktu itu telah tiba, maka aku akan setia menemanimu di dalam sepi. Akan kutemani kau sebagai kenangan indah yang menghapus sedihmu. Dan akan kupeluk kau sebagai bulir hujan yang menyamarkan suara tangismu.

Aku memang hanyalah buku catatan harian sederhana. Yang akan menjadi rangkaian kata ketika senja telah siap menyambut sang malam. Yang akan menjadi pelangimu ketika badai telah reda. Dan yang akan selalu menjadi sejuk angin untuk menyapamu di pagi hari. 

Untukmu, kuucapkan terima kasih, karena telah menghargaiku sebagai buku catatan sederhana yang berisikan segala kenangan tentang dirimu di dalamya. 


Terima kasih sudah membaca karya kami, semoga memberikan inspirasi.

Dukung blog ini dengan komentar yang menarik dan bagikan ke media sosial yang kamu miliki

Jangan lupa berkunjung kembali.👋

Posting Komentar untuk "Ketika Catatan Harianmu Bercerita"