Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sudut Pandang


“Wah... langit yang indah, senja selalu punya cara untuk menyampaikan kelembutannya pada alam,” ucap Laila.

“Iya kamu benar, bahkan terkadang langit pun juga menciptakan pelangi agar dilihat semakin indah... dan aku menyukainya,” ucap Violin.

“Senja bagiku adalah cinta pertama sebab dia sangat indah,” timpal Laila.

“Oh ya? Cinta pertamaku sih Boneka Teddy Bear yang menjadi hadiah Ulang Tahunku di umur 15 tahun, kado terindah dari Almarhum Nenekku,” timpal Violin dengan nada sedihnya.

“Hey, apa yang kalian fikirkan hanya sebatas keindahan langit, bukan kah langit juga memiliki sisi yang menakutkan? Dan... apa benar itu cinta pertama kalian?” tanya Sky dengan kebingungan.

Laila, Violin dan Sky adalah 3 orang sahabat yang dipertemukan sejak mereka duduk di kelas 1 SMA. Meskipun mereka tinggal dikompleks yang sama, tetapi bangku sekolah lah yang mempererat hubungan persahabatan mereka.

Persahabatan mereka terbilang sangat akrab, bahkan dalam seminggu bisa dibilang sangat jarang mereka memiliki konflik seperti remaja pada umumnya.

“Sky, manusia memiliki sudut pandang masing-masing dan kesukaannya masing-masing, bahkan untuk senja pun aku yakin tidak salah memilihnya sebagai cinta pertama” jawab Laila pada pertanyaan Sky

Violin pun dengan cepat menimpali, “Apa yang dikatakan Laila benar Sky, dan memangnya kamu tidak memiliki cinta pertama?”

“Iya aku tahu sahabat-sahabatku, maksudku aku hanya ingin kalian memandang nya dari sisi yang berbeda, hmm nanti lah akan ku cari cinta pertamaku,” jawab Sky.

Violin menatap tajam Sky dan berkata. “Sky, apa aku harus memandang langit didepan rumahku agar terlihat berbeda?”

Laila dan Sky pun menggelengkan kepala. Violin memang memiliki sifat yang sedikit Dramatic. Terbalik dengan Laila yang dewasa dan sifat Sky yang selalu cuek dan dingin.

“Oke, kalau begitu kita pulang saja yuk!” ajak Laila.

“Yuk! Vio! Saatnya kamu memandang langit dari rumahmu!” teriak Sky pada Violin yang sedang asik bermain ayunan.

“Oke... tunggu!” jawab Vio.

Mereka pun pulang kerumah masing-masing. Menjauh dari taman bermain komplek tempat mereka tinggal.

***

Sesampainya dirumah Sky.....

“Maa, mengapa setiap orang hanya melihat segala sesuatu hanya pada hal yang baik-baik saja?” tanya Sky kepada Mama nya yang sedang asik menyiapkan makan malam.

“Mungkin itu penilaian yang paling mudah Sky, dan tidak ada salahnya ketika kita melihat segala sesuatunya secara baik,” jawab Mama Sky.

Sky yang masih duduk termenung disisi meja dapur pun nampak kebingungan.

“Ya sudah nanti saja bertanyanya, ayuk makan dulu Sky!” perintah Mama Sky.

“Iya maa,” jawab Sky.

Setelah menyantap makan malam. Sky merapikan meja dan membantu Mama nya untuk membersihkan sisa makanan dan juga mencuci piring-piring kotor yang telah digunakannya.

Sky pun beranjak masuk ke dalam kamarnya...

Mama mengetuk...

“Sky? Masih belajar sayang?” tanya Mama Sky dari balik pintu.

Sky yang sedari tadi tidak membuka bukunya pun terkejut dengan ketukan Mama nya. Dan bergegas membuka pintu kamar.

“Oh iya ma, kenapa ma?” ucap Sky

“Loh dari tadi kok belum belajar?” tanya Mama Sky

“Hmm aku masih bingung ma...” jawab Sky

“Oh iya tadi mau tanya apa, Mama lupa. Maka nya ini Mama datangin kamu,” ucap Mama.

“Iya ma masalah sudut pandang,” jawab Sky

“Begini sayang, segala sesuatu yang menurutmu baik belum tentu orang lain  menilainya baik dan sebaliknya segala sesuatu yang menurutmu buruk belum tentu orang lain menilainya buruk. Paham Sky?” jelas Mama Sky.

“Oh jadi begitu ya ma, makasih ma... aku sudah sedikit memahami,” jawab Sky mengangguk.

“Yasudah Mama mau istirahat, kamu jangan lupa belajar ya Sky. Jangan tidur terlalu malam Sky!” Pamit Mama Sky sembari memberi perintah.

***

Keesokan harinya...

“Pagi, Sky!” sapa Violin

“Eh, Vio...Pagi juga!” jawab Sky tegas.

“Kenapa marah-marah sepagi ini Sky?” tanya Laila

“Sahabat-sahabatku, aku tidak marah. Lagian Vio menyapa nya sangat bersemangat. Jadi aku jawab pun bersemangat.” jawab Sky.

“Oh iya masalah kemarin aku minta maaf ya, aku tau bahwa kalian juga memiliki sudut pandang. Dan aku ingin memberi tahu kalian bahwa cinta pertamaku adalah Mama. Laila silahkan kamu menyukai senja dan menjadikan dia cinta pertamamu, dan Vio jaga selalu Teddy Bear kesayanganmu itu. Aku tahu ini hanya tentang sudut pandang. Dan yang terpenting, ini bukan tentang cinta pertama tetapi tentang yang pertama kita cinta.” timpal Sky.

Laila dan Violin pun saling berpandangan seakan tidak yakin dengan perilaku Sky Pagi ini.

“Iyaaaa Sky tidak apa-apa!” jawab Laila dan Vio bersama-sama. Mereka pun pergi menuju kelas dengan tawa bahagia.

Persahabatan mereka mengajarkan bahwa segala yang kita suka adalah hal yang memang menurut kita baik, tidak perduli orang lain menganggap seburuk apapun. Dan cinta adalah sesuatu yang tulus. Bahkan menempatkan cinta pertama hanya cukup pada hal yang sangat sederhana namun terjaga dengan istimewa.

***


2 komentar untuk "Sudut Pandang"

Unknown 1/25/2021 11:10:00 AM Hapus Komentar
Aku tunggu cerpen selanjutnya ^^
Unknown 1/25/2021 11:10:00 AM Hapus Komentar
Aku tunggu cerpen selanjutnya hhi