Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kumpulan Puisi Perjuangan

-SEBATAS TAWANAN-

Bangsaku lahir dari sebuah kekuatan

Berdiri pada pundak tangguh yang menjadi tumpuan

Dialiran darah yang setiap hari mengucur bertetesan

Bangsaku tidak tumbuh dari kekerasan


Bangsaku mencari sebuah keadilan

Pada banyaknya tangan yang tak memberi pertanggung jawaban

Pendapat sederhana yang terkadang mematikan

Bangsaku sangat rentan pada kekuasaan


Bangsaku menjunjung segala persatuan

Ciri khas yang bermacam menjadi kebudayaan

Suku ras yang beragam menjadi pengikat persaudaraan

Bangsaku tidak menciptakan sebuah perpecahan


Bangsaku kini telah merasakan kemerdekaan

Terhapus sudah segala peperangan

Tertinggal sisa-sisa sebuah kemenangan

Bangsaku sangat dijaga agar tidak lagi dikalahkan


Aku lahir dari sebuah kekuatan

Aku mencari sebuah keadilan

Aku menjunjung segala persatuan

Aku sudah merasakan kemerdekaan


Aku tidak ingin ada kekerasan, apalagi kekuasaan

Aku tidak ingin ada perpecahan, apalagi membuat penderitaan

Aku bukanlah seorang pahlawan

Aku adalah seorang tawanan, yang mengharap sebuah keadilan 


-BAMBU RUNCING-

Sebelum tahun 1945

Tanah air masih penuh luka

Harum jalan darah pemuda

Bertahun-tahun bersemayam dalam duka


Sebelum (mereka) datang membakar

Semangat harus tetap berkobar

Padam dendam dengan air mata

Kalah atau menang harga mati negara


Sebelum Sang Saka berkibar tenang

Tanah air masih terkenang

Dekap hangat Ibu Pertiwi

Pastikan selamanya kita abadi


Bambu runcing!!!

Pekik tancap tajam

Teriakan lantang memecah meriam

Merdeka! Merdeka! Merdeka! 


-KEPADA SANG PENGUASA-

Kepada sang penguasa...

Coba rasakan sedikit saja hiruk pikuk embun pagi yang teduh

Cahaya matahari yang begitu sunyi

Lihatkah apa yang kami lihat


Kepada sang penguasa...

Tinggalkan yang sering kau rasakan

Cahaya lampu yang begitu ramai 

Kau tahu banyak hal semu yang menipu


Kepada sang penguasa...

Coba rasakan malam dingin yang kami jadikan selimut pribadi

Gerobak dorong yang membawa kami pergi kesana kemari

Kaki kami berdarah tanpa asuransi


Kepada sang penguasa...

Tinggalkan tempat persembunyian megah hangatmu

Alat transportasi yang sudah tak cukup didalam istanamu

Kau tahu negara siap sedia menanggung sakitmu


Kepada sang penguasa...

Coba rasakan luka kami yang belum juga mengering

Panas dan terik yang selalu menggiring

Jiwa kami bukan sekedar nafsu belaka


Kepada sang penguasa...

Tinggalkan asusmsi yang tak pernah tersaring

Jika kehebatan hanya sekedar mengasah taring

Kau tahu kritis kami juga bisa nyaring


Terima kasih sudah membaca karya kami, semoga memberikan inspirasi.
Dukung blog ini dengan komen yang menarik dan bagikan ke sosial media yang kamu miliki👋
Jangan lupa berkunjung kembali.

Posting Komentar untuk "Kumpulan Puisi Perjuangan"